Sosialisasi Penerapan Sistem Online Monitoring Kualitas Air di Sungai Ciliwung
 

Jakarta, 26 Februari 2015

Pada tanggal 26 Februari 2015, Tim Online Monitoring BPPT mengadakan acara sosialisasi dan diskusi mengenai rencana penerapan produk sitem Online Monitoring (Onlimo) khususnya untuk Sungai Ciliwung segmen 5 dan 6. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan instansi-instansi yang terkait dengan kebijakan lingkungan di Jakarta diantaranya KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Pusarpedal, BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane), BPLHD DKI Jakarta, Bappeda DKI Jakarta, Bappenas, dan Dinas PU. Sosialisasi dan diskusi yang bertempat di Gedung C Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan-perwakilan instansi yang nantinya sebagai sebagian pengguna dari sistem tersebut yakni pengelola gedung Pertamina Pusat, Hotel Aryaduta, dan RS. Cipto Mangun Kusumo.

Gambar Foto Tim Onlimo dan KLHK dengan Latar Belakang Peralatan Sistem Online Monitoring Kualitas Air

Acara tersebut dibuka oleh Asdep Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLHK Ibu Listyawati  yang selanjutnya diteruskan dengan paparan presentasi oleh tim Online Monitoring BPPT yakni Bapak Rudi Nugroho selaku kepala bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan PTL-BPPT dan Bapak Heru Dwi Wahjono selaku Peneliti Utama Sistem Online Monitoring Kualitas Air. Dalam paparannya, bapak Rudi menyampaikan hasil kegiatan pengkajian dan penerapan Sistem Online Monitoring yang telah dilakukanya pada tahun 2014 yang diteruskan dengan presentasi bapak Heru mengenai teknologi Online Monitoring dan sejarah perkembanganya di BPPT.

Sesi diskusi berjalan dengan meriah yakni dengan banyaknya masukkan dan pendapat dari para undangan. Instansi yang terkait kebijakan lingkungan seperti PUSARPEDAL, BPLHD DKI, dan BAPPEDA DKI sangat mendukung sistem Online Monitoring ini. “Kalau boleh usul untuk kedepannya penerapan sistem ini ditempatkan pada wilayah Jakarta yang banyak industrinya terutama di wilayah Jakarta Utara” begitu masukkan dari perwakilan KLHK Jakarta Utara. Memang untuk saat ini monitoring limbah yang dibuang oleh industri di Jakarta belum terawasi dengan baik, banyak isu yang mengatakan bahwa industri-industri tersebut akan membuang limbah ketika tidak ada jadwal pengambilan sampel oleh petugas pemerintahan sehingga seolah-olah industri tersebut tidak menimbulkan pencemaran yang berarti. “Penerapan Sistem Online Monitoring tersebut nantinya juga bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan peraturan yang mengatur setiap kantor/industri untuk memasang sistem Online Monitoring pada efluentnya” imbuh bapak Nusa Idaman selaku Ahli Peneliti Utama Bidang Air Limbah di PTL-BPPT. Dalam diskusi tersebut, instansi pengguna juga menyambut baik rencana penerapan sistem ini supaya nantinya tidak ada pihak yang saling menyalahkan ketika terjadi pencemaran di sungai.

Oleh : Galih Setiaji